Jepitcom

Mengaplikasikan Ramadan dalam Pergaulan



Alhamdulillah. Puji syukur kita ucapkan kepada Allah swt yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh barokah, rahmat dan magfirohnya. Bulan dimana kita bisa menumpuk pahala, karena jika kita beribadah didalamnya tentu saja bakal diberi balasan yang berlipat. Sungguh sangat beruntung sekali kita dapat menjumpainya.

Puasa dibulan Ramadan merupakan ajang pembuktian. Dimana kita harus menjaga diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak fajar hingga terbenamnya matahari. Pun pada Ramadan kita juga bisa banyak belajar mulai dari bersabar, menahan diri dari sifat-sifat tercela bahkan sampai belajar untuk berlaku jujur.

Belajar bersabar

Dengan Ramadan kita diajarkan untuk bersabar menghadapi godaan-godaan. Bayangkan kita tentu saja akan merasakan lapar dan dahaga sepanjang hari dan tentu saja ini akan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Bahkan kadang mungkin muncul pertanyaan untuk apa sih kita berlapar-lapar puasa?

Jika menilik lebih jauh, puasa itu sebenarnya merupakan salah satu sarana pembuktian akan ketaqwaan kita. Sudah mafhum bahwa puasa --- seperti yang di nash dalam al qur’an --- diperuntukkan bagi orang yang memang beriman agar menjadi orang yang bertaqwa kepada Nya. Jadi bukan sembarang orang yang bisa menunaikannya, hanya orang-orang yang benar-benar memiliki imanlah yang merasa terpanggil.

Selain itu Ramadan juga mengajarkan kepada kita bagaimana kita berlaku jujur. Baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kita bisa saja makan dan minum ditempat sepi yang dimungkinkan tidak ada orang yang melihat. Akan tetapi karena kita yakin bahwa walaupun tidak ada seorangpun melihat namun ada dzat yang maha melihat yang mengawasi gerak gerik kita. Dan akhirnya timbullah rasa jujur.

Alangkah bijaksananya jika hal-hal yang bisa kita pelajari dibulan Ramadan kita aplikasikan pada kehidupan kita sehari-hari. Alangkah indahnya jika kita bisa berlaku jujur pada diri kita sendiri tidak hanya pada saat Ramadan saja. Alangkah damainya jika kita bisa menghindari sifat-sifat tercela yang bisa merusak citra diri kita sendiri. Apalagi diluar Ramadan.

Jadi apa yang kita peroleh selama Ramadan tidak hanya sekadar rasa lapar dan haus. Akan tetapi ada hal-hal yang besar yang bisa kita ambil pelajaran yang mungkin tidak terfikirkan diluar Ramadan.

Sahrul Mujib Tbn

Terima Kasih atas kunjungan Anda, semoga apa yang ada dalam blog ini bermanfaat bagi saya khususnya, dan bagi Anda semua umumnya. Saya tunggu saran dan kritikan dari Anda semua, terima kasih dan jangan ragu untuk berkunjung lagi.